Rabu, 09 Juli 2025

SABOTASE SOSIAL

Ketika seseorang nggak bisa mengontrolmu, mereka akan coba mengontrol bagaimana orang lain melihatmu.

Dan dalam banyak kasus, orang yang melakukan ini bisa jadi adalah oknum pemimpin yang merasa terancam.

Psikologi menjelaskan bahwa perilaku ini sangat primal, berakar dari insting bertahan hidup manusia. Peneliti di Stanford menemukan bahwa gosip dan SABOTASE SOSIAL adalah alat instingtif yang sudah terprogram dalam diri kita.

92% dari obrolan manusia tentang orang lain bersifat evaluatif, bukan sekadar menyebar info, tapi juga membentuk persepsi: “Orang ini baik,” “Orang ini berbahaya,” atau “Orang ini harus dijaga jaraknya.”

Ini adalah bentuk pemrograman sosial bawah sadar. Dan pemimpin yang manipulatif tahu cara memainkan ini. Mereka tahu bahwa kalau mereka nggak bisa mengendalikan tindakanmu, mereka bisa mengendalikan NARASI TENTANGMU.

Efeknya nyata: 22% orang lebih mudah percaya sesuatu tentangmu kalau itu datang dari pihak ketiga. Ini namanya illusory truth effect. Semakin sering seseorang mendengar sesuatu (benar atau tidak), semakin mereka merasa itu nyata.

Studi dari Harvard menunjukkan bahwa kerusakan reputasi menyebar 6x lebih cepat daripada kebenaran. Karena otak manusia nggak peduli sama fakta, yang penting adalah “ancaman.”

Jadi saat seorang pemimpin bilang, “Dia susah diatur,” atau “Dia susah diajak kerja sama,” kalimat itu langsung nempel, bukan sebagai gosip, tapi sebagai peringatan sosial. Dan yang paling  sedih? Orang lain akan percaya, BAHKAN KALAU MEREKA NGGAK PERNAH LIAT BUKTINYA.

Padahal, bisa jadi kamu cuma pasang batas sehat, kamu bilang “tidak,” kamu minta kejelasan, atau kamu punya cara pandang sendiri. Tapi karena itu dianggap “mengancam struktur”, kamu jadi target framing. Dan versi ‘dirimu yang dimanipulasi’ mulai menyebar.

Tapi ingat: ini nggak pernah tentang kamu. Orang (termasuk pemimpin) sering memproyeksikan apa yang nggak bisa mereka proses.

Insecurity akan berteriak. Iri hati akan membisikkan racun.

Dan kuasa yang merasa goyah akan memilih menyerang karaktermu dibanding berdialog dengan integritasmu.

Kalau ada yang mencoba mendistorsi citramu, kemungkinan besar karena kehadiranmu menyentuh bagian dari diri mereka yang nggak bisa mereka hadapi.

Tetap berdiri teguh.

Kamu nggak perlu membela versi dirimu yang mereka karang.

Kamu cuma perlu tetap jadi versi asli dirimu. Yang bersih, jelas, dan nggak ikut main kotor.

Selasa, 20 Juni 2023

Im okay to be MISUNDERSTOOD

Ada 2 rules yang saya pegang ketika disalah mengerti : 

Yang pertama, saya belajar untuk tidak sibuk menjelaskan atau membuktikan apapun. 

Saya tidak akan fokus menjelaskan siapa saya, maksud saya apa atau tujuan saya apa.

Karna sepengetahuan saya, kebanyakan orang melihat siapa kita hanya berdasar pada level pengetahuan yang mereka miliki meski tidak mengenal kita secara utuh.

Kalo ada yang bilang saya begini, atau begitu, saya jarang untuk nanggepin atau mikirin hal tersebut. 

Saya jarang ambil pusing kalo ada yang ngomong sesuatu yang jelek tentang saya. 

kalo kalian mau percaya silahkan, tidakpun silahkan. 


Rules kedua, saya belajar untuk tidak ikut campur / ngurusin hidup orang lain.

Salah satu pelajaran penting biar saya lebih fokus dan tenang adalah tidak mencampuri urusan orang lain. 

Karena saya bukan tipikal orang yang ingin tau urusan orang lain, jadi ketika ada orang lain  sibuk ngomongin saya atau menjelekan saya dibelakang saya belajar untuk tidak ambil pusing. Saya percaya ada 2 alasan mereka melakukan itu. Yang pertama, itu membuktikan bahwa level mereka memang di belakang. Yang kedua, itu membuktikan seperti apa kualitas diri mereka sesungguhnya. Apa yang mereka ceritakan terhadap saya adalah cerminan dari diri mereka sendiri. Dan secara pribadi, saya gak mau energi saya diberikan untuk meresponi jenis orang seperti ini. 


Ini yang selalu saya pelajari dari berhadapan dengan orang seperti ini, kalo hari ini dia bergosip denganmu, maka kelak dia akan bergosip tentangmu. 

Karna kadang bukan orangnya yang berubah, tapi topengnya yang lepas. 

Minggu, 05 Februari 2023

Gak semua

Gak semua hal orientasinya harus UANG.

“Dalam beberapa hal, kadang ada kesempatan yang perlu kamu ambil karna tau skillmu bisa tumbuh disitu..”

Bahkan seringnya mungkin gak ada uangnya, atau malah kamu yang harus ngeluarin uang. 

Tapi kamu tau dengan kesempatan itu kamu bisa dapetin pengalaman dan pelajaran yang bisa upgrade kualitas skillmu untuk nantinya pantas dibayar mahal suatu hari nanti. 


Saya ngomong gini karna dulu pernah hampir 3 tahun gabung dalam sebuah management musik dengan jadwal tour yang besar karna disponsori perusahaan rokok dan berpatner dengan KFC. 

Saat itu ada banyak pengalaman dan pelajaran keren karna bisa tour dan sepanggung dengan musisi besar kayak Slank, Raisa, Dira Sugandi, dll.

Secara management dan produksinya saat itu kami juga tumbuh sangat pesat karna juga berpartner dengan management YWMF ( Yovie Widianto )


Harusnya ada uangnya dong ? GAK ADA :)

Ini mungkin karna saya gak pernah nanya juga ke managernya karna sejak join disitu ( pake audisi ) saya gak fokus harus dapet benefit dalam bentuk uang, karna tujuannya adalah mau belajar.

Tapi buat saya ada bayaran mahal dalam bentuk pengalaman dan pelajaran yang ngebentuk pola pikir saya sampai saat ini.


Dalam kurun waktu sekian tahun saya belajar mempertajam skill untuk nulis lagu lewat leaders bandnya saat itu, saya belajar manage tim kalo mau tour, detail tentang kontrak kerjasama dengan brand, riders musisi, belajar konsep pertunjukan mulai dari layout, stage act artis, blocking panggung, lighting dll. 


Akhirnya ada banyak hal berharga yang saya dapet saat itu, yang mungkin gak bisa kejadian kalo motivasi awal saya salah, mungkin 2-3 bulan join disitu langsung cabut karna kok gak menguntungkan “dalam hal duitnya”.



Poin dari tulisan ini mungkin kedengeran KLISE, tapi semoga bisa jadi pengingat bahwa, kadang ada bayaran yang lebih sepadan dari sekedar “uang”. Kasih ruang untuk kesempatan itu.


Jumat, 04 Maret 2022

Lana

Malam selalu menjadi waktu paling brutal untuk rindu yang terus menghampiri. 

Saat yang harusnya hening tapi menjadi bising oleh banyak pertanyaan tentang dirimu. 

Aku selalu ingin mencoba mencari tau apa yang kau lakukan, bertanya bagaimana kabarmu ditengah semua kesibukan hari.

Ada rasa ingin menyapa lewat pesan singkat, menulis kata demi kata yang akhirnya kembali harus terhapus oleh keraguan. 


Aku yang cukup tangguh dalam banyak hal, selalu kalah jika berurusan dengan dirimu. 


Senin, 07 Juni 2021

ISI KEPALA #DRAFT 5 "Berubah itu susah"

Berubah itu gak gampang, gak mudah.

Kebanyakan perubahan menempatkan kita diposisi yang gak nyaman, kita harus ekstra berjuang untuk perubahan - perubahan baik yang pengen kita tuju. 

Perubahan yang baik selalu gak nyaman karna memang sebelumnya kita gak pernah di situ. orang yang pengen mulai hidup sehat akan cukup stress ketika berurusan dengan aturan "gak boleh nyemil sembarangan, control makanan atau minuman yang manis, makan berat maksimal di jam 7, dll". Buat mereka yang sudah memulai lebih dulu pasti sudah terbiasa dengan itu, tapi untuk mereka yang baru akan ke situ pasti susah banget karna emang perubahan yang baik selalu butuh effort yang lebih.

Kebanyakan perubahan terjadi justru ketika kita "terpaksa" harus berubah, tapi ada juga orang yang mau berubah karna emang sudah menemukan alasan besar untuk itu. 


Sabtu, 29 Mei 2021

ISI KEPALA #DRAFT 4 "Kalo idolain seseorang, tiru gimana pemikirannya, bukan apa yang dia pake"

Aku adalah orang yang dengan mudah bisa menyebut secara spesifik siapa nama orang yang aku idolakan dan kenapa aku mengidolakan mereka. Aku punya jawaban yang cukup jelas tentang hal itu.

Jadi, dari dulu aku belajar ketika aku mengidolakan seseorang, maka yang perlu aku tiru adalah bagaimana cara dia berpikir bukan apa yang dia pakai. Tentunya kata "pakai" disini hanya mencakup sebagian kecil dari apa yang bisa atau biasanya ditiru orang - orang dalam konteks yang kelihatan.

Ini nyambung dengan konten ISI KEPALA #DRAFT3 dimana aku bilang lebih sering nonton behind the scene dibanding konten - konten utama. karna aku lebih seneng nonton btsnya jadi aku pasti cari konten yang berhubungan dengan orang - orang hebat tersebut. misalnya 2 tahun belakangan seneng dengerin semua konten tentang Pak Wisnutama, GaryVee, Alamanda Shantika, Pandji Pragiwaksono ( OO44 Weekly Vlog ) dan banyak lagi orang - orang yang menurutku menginspirasi untuk apa yang spesifik aku bangun.

Dan dari semua konten atau hal tersebut aku belajar bahwa yang paling penting untuk kita tiru dari orang yang kita idolakan adalah pemikirannya, cara gimana dia berpikir dan bagaimana dia bisa membuat peluang dari apa yang orang lain liat itu biasa.

Menurutku pada akhirnya kita harus tau dengan jelas siapa yang kita idolakan dan pemikiran seperti apa dari dia yang bikin kita jadi mengidolakan dia. 


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW

ISI KEPALA #DRAFT 3 "Lebih suka proses pembuatan kontennya dari pada hasil akhir kontennya"

Aku secara pribadi cenderung lebih suka dan menikmati proses dari pembuatan konten dari pada hasil akhir kontennya sendiri. Agak aneh kedengarannya tapi emang gitu. Maksudku, aku lebih menikmati proses ketika membuatnya, proses ketika brainstorming ide, workshop dan semua tentang pra - produksi. 

Kalo temen - temen liat di bagian search youtubeku, akan ada banyak judul behind the scene yang aku liat atau muncul di search enginenya. 

Aku benar - benar lebih tertarik dengan proses dibalik layarnya. ketika nonton hasil akhir dari musik video yang keren, aku selalu cari konten BTSnya. nonton ASIAN GAMES aku selalu cari proses BTS dan konten wawancara dengan orang - orang dibalik layarnya.  Aku juga seneng baca credit title dari sebuah produksi ( lagu, musik video, film, pertunjukan concert, dll ), aku seneng cari tau siapa orang - orang keren dibalik apa yang aku tonton. Buatku, selain para penampil utama, mereka dibalik layar juga punya porsi keren yang sama.

Menurutku penting untuk kita bisa mengapresiasi dan menikmati sebuah proses biar kita tau menghargai hasil akhir dari apapun yang kita kerjakan. Intinya itu aja sih. wkwk


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW



ISI KEPALA - #DRAFT 2 "Nanem biji tomat berharapnya panen durian"

"Jangan nanem biji tomat terus kamu berharap panennya buah durian"

Sebuah analogi yang dari dulu sering aku pake ketika menjelaskan tentang bagaimana sebuah persiapan menentukan hasil akhir dari apa yang kita lakukan.

Karna dari kecil aku udah belajar musik, aku cukup sering ketemu dengan banyak pemusik hebat, para penyanyi hebat, pencipta lagu hebat. dan dari banyak hal yang aku pelajari tentang mereka, point utama  dari semua pertunjukan hebat mereka selalu lahir dari persiapan yang juga hebat. 

Karya yang bisa jadi legenda lahir dari proses yang juga hebat. Semua yang hebat gak lahir dari proses gampangan. 

Jadi, kamu gak bisa punya kualitas yang bagus kalo persiapanmu/latihanmu sendiri gak bagus. 

Kamu pengen perform yang terbaik tapi kamu gak pernah latihan ya gak akan bisa kesampean. 

Kalo kamu pengen apapun yang kamu kerjain hasilnya maksimal, ya persiapannya pun harus ekstra maksimal.


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW

ISI KEPALA - #DRAFT 1 "Karya adalah imajinasi dari isi kepala"

Pada akhirnya, hasil dari produk kreatif ( apapun bentuknya ) ditentukan dari TASTE creatornya. 

Buat mereka dengan taste yang baik, alat bukan penentu utama produk kreatifnya bisa jadi bagus ( tentu akan lebih maksimal kalo alat yang dipakai proper, tapi gak melulu tentang alat yang jadi alasan utamanya ). 

Taste bagus gak terbentuk dari proses instan. Semua yang lahir dari isi kepala butuh waktu untuk jadi benar - benar tajam. 

Prinsipnya gini, "Your inpute determines your outpute" yang kamu dengar akan menentukan apa yang akan keluar nantinya. Taste yang bagus lahir dari apa yang sering kamu masukan dikepalamu, apa yang sering kamu liat secara visual, dan apa yang sering kamu baca.

Trus gimana untuk punya taste yang bagus ? ya inpute sebanyak mungkin hal bagus kedalam pikiranmu, tonton acara - acara berkualitas, baca buku - buku berkualitas, dengerin poadcast mereka yang relevant dengan minatmu, cari tau pola pikir orang - orang hebat diluar sana. jaman sekarang kita bisa mudah untuk mempelajari orang - orang sesederhana dari nonton youtube aja. semua hal baik dan berkualitas yang kamu masukan gak hanya membentuk taste yang baik dalam hal - hal creative, tapi juga akan membentuk caramu berpikir dengan baik, membentuk dirimu untuk menemukan tujuan sesungguhnya kenapa kamu harus melakukan apa yang kamu lakukan sekarang.


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW


Jumat, 14 Mei 2021

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional ( LMKN )

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai pembahasan tentang ROYALTI lagu atau musik. 

Tidak sedikit musisi yang buka suara tentang hal ini, ada yang sangat mendukung tapi ada juga yang belum sependapat. Ini menjadi wajar karna topik ini tidak pernah terekspos secara besar - besaran dan menjadi pembicaraan, disamping itu topik tentang kekayaan intelektual khususnya royalti belum banyak teredukasi dengan baik kepada masyarakat secara umum maupun musisinya sendiri. 

Disatu sisi, riuhnya pemberitaan ini baik karna kemudian banyak bermunculan konten edukasi yang dibuat untuk memberi pengertian dan pengetahuan kepada masyarakat secara umum maupun para pelaku industri terkait tentang aturan sebenaranya yang sudah berlaku.

Tapi kali ini kita tidak akan membahas keriuhan tersebut, kita akan membahas tentang LMKN. Apa itu ?

LMKN adalah sebuah lembaga yang ditunjuk negara dengan kewenangan untuk menarik, menghimpun dan mendistribusikan royalti serta mengelola kepentingan Hak Ekonomi Pencipta dan pemilik hak terkait di bidang lagu dan/atau musik. 

LMKN sendiri berdiri atas amanah terbitnya UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. LMKN merupakan badan Lembaga bantu pemerintah non-APBN yang dibentuk oleh menteri berdasarkan Undang - Undang mengenaik Hak Cipta. 

Jadi LMKN ditunjuk oleh negara secara khusus untuk melakukan penarikan royalti dari para pengguna komersil. Bentuk layanan publik yang besifat komersil sebagaimana dimaksud pada pasal 3 ayat 1 PP nomor 56 tahun 2021, tertulis pada ayat 2 meliputi :

- Seminar dan konferensi komersial

- Restoran, kafe, pub, bar, bistro, kelab malam dan diskotek

- Konser musik

- Pesawat udara, bus, kereta api dan kapal laut

- Pameran dan bazar

- Bioskop

- Nada tunggu telepon

- Bank dan kantor

- Pertokoan

- Pusat rekreasi

- Lembaga penyiaran televisi

- Lembaga penyiaran radio

- Hotel, kamar hotel, dan fasilitas hotel

- Usaha karaoke

Nah penarikan royalti ini gak semena - mena, tapi sudah disepakati bersama antara seluruh pelaku industri terkait dan disahkan dalam putusan menteri. 


Bagaimana mekanisme penarikan dan pendistribusian royaltinya ?

Mekanisme pendistribusian royalti oleh LMKN dilaksanakan melalui LMK dan diberikan kepada pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait yang telah menjadi anggota LMK sesuai dengan perhitungan masing - masing LMK berdasarkan data penggunaan lagu dan/atau musik oleh pengguna. 

LMKN dan LMK wajib menyampaikan laporan keuangan kepada menteri dan juga ada kewajiban melakukan audit keuangan paling sedikit satu tahun sekali. 

Pertanyaannya, berapa pendapatan dari royalti musik yang selama ini sudah berhasil dikumpulkan ?

Singkatnya :

Tahun 2016 LMKN berhasil mengumpulkan royalti sebanyak Rp 22 Miliar.

Tahun 2017 LMKN berhasil mengumpulkan royalti sebanyak Rp 36 Miliar.

Tahun 2018 LMKN berhasil mengumpulkan royalti sebanyak Rp 66 Miliar ( melonjak hingga 83% )



Intellectual Property ( IP )

Intellectual Property ( IP ) adalah kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir yang berguna untuk manusia.

Objek yang diatur dalam Kekayaan Intelektual adalah karya - karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Ini adalah hak privat ( Privates Rights ) yang diberikan negara secara ekslusif sebagai penghargaan atas hasil karya atau kreativitas seseorang. Dengan demikian seseorang yang memiliki IP dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

Pada intinya, kekayaan intelektual ( IP ) adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual

JENIS - JENIS ROYALTI MUSIK

Kehadiran peraturan pemerintah nomor 56 tahun 2021 tentang pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik, menjadi hal yang dinanti pelaku musik di tanah air karena dianggap dapat mempertegas pengelolaan royalti. 
Peraturan pemerintah nomor 56 tahun 2021 ingin menegaskan kewajiban pembayaran royalti hak cipta lagu dan musik khusus pada tempat layanan publik yang bersifat komersil. 

Sebagai pemilik karya lagu ( Intelektual Properti ), ini sumber atau jenis - jenis royalti yang harus kita ketahui. 


1. STREAMING ROYALTY
Munculnya layanan streaming membuat royalti jadi lebih diperhatikan daripada sebelumnya ( era rekaman fisik ). Sekarang, label maupun musisi independen perlu bekerjasama dengan distributor ( atau agregator ) untuk memasukan karyanya di platform streaming dan mendapatkan hak royaltinya. 


2. PUBLIC PERFORMANCE ROYALTY
Royalti yang dikumpulkan saat sebuah lagu atau komposisi tertentu dibawakan atau diputar di area komersil. Termasuk diantaranya siaran radio, siaran TV, konser, dan tempat - tempat seperti bar dan klub. Royalti ini dibayarkan kepada penulis lagu dan penerbitnya sebagai imbalan atas hak untuk menyiarkan atau menampilkan komposisi musik di lingkungan publik.

3. SYNC ROYALTY
Sinkronisasi yang dimaksud adalah ketika sebuah lagu dikoordinasikan kedalam sebuah adegan film, iklan TV, video game, dan bentuk lainnya. Ya, ini adalah hak yang diterima musisi dan label kalau karyanya dijadikan soundtrack atau lagu latar.

4. PRINTED MUSIC ROYALTY
Pernah melihat partitur dan lirik musik yang dicetak di majalah - majalah gitar misalnya ? Ada hak juga yang akan diterima musisi kalau lagunya diterbitkan di sana. walaupun mungkin hari ini royalti musik cetak sudah tidak banyak lagi diterima musisi.

Jadi selain mendapatkan pendapatan dari pertunjukan live ( concert / showcase ), penjualan fisik atau digital download, streaming dan merchandise, seorang musisi yang memiliki IP perlu mengetahui sumber pendapatan lainnya di era digital ini.


Selasa, 20 Agustus 2019

TENTANGMU

Kenapa tentangmu selalu ingin ku tulis ?
Karna seperti melodi dan syair yang terpatri
Kau akan menjadi lagu yang selamanya abadi.

LANA.

Minggu, 23 Juni 2019

LANA 16.16

Saya menyebutnya LANA
Nama yang sering muncul ketika banyak yang bertanya,
"Siapa inspirasi dibalik lagu - lagumu..?
Akan sangat mudah menulis dan merangkai melodi ketika dia yang terlintas dibenak.
Dia tau tentang hal ini ? Belum.
Nanti akan diceritakan.

Minggu, 10 Maret 2019

BUDAYA UNTUK MENGHARGAI SEBUAH PROSES - RESPECT MUSIC

Coba pahami gambar (infographic) dibawah ini.



Banyak yangg lebih rela membayar segelas kopi seharga $5 dibanding lagu yang hanya $1 saja (harga musik rata-rata di digital stores seperti iTunes, Spotify, Amazon,dll). Perbedaannya adalah;

Penyajian kopi hanya sebentar and is gone forever after one use
Sedangakan sebuah karya lagu produksinya tidak sebentar, tidak mudah; butuh inspirasi, butuh latihan, butuh sewa studio rekaman, bayar jasa mixing dan mastering. Setelah dibeli akan dimiliki lifetime di device kita.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? ini adalah budaya, mari kita khususkan kepada Indonesia. Menurut laporan dari IFPI; dari tahun ke tahun, dari era kaset tape, era CD, hingga file musik digital, Indonesia adalah salah 1 negara dalam daftar tingkat pembajakan musik tertinggi di dunia. Puncak dari dampak tersebut terjadi pada tahun 2010an, dimana banyak record label & toko ritel musik tutup dan diberhentikan. Kita tidak berbicara bagaimana dampak 'pembajakan' terhadap artist nasional, tapi lebih kepada musisi lokal. Saat ini, sangat jauh berbeda dengan era 90an, era kejayaan industri musik, dimana musisi lokal pun mampu menjual banyak rilisan fisik kepada para pendengar ( fans ). Hal itu tidak berlaku lagi pada rilisan digital, tidak semua masyarakat kita mau berbelanja musik online dimana banyak tersedia file download ilegal di internet. Baiklah, kita mencoba membawa musik lokal ke worldwide melalui iTunes, Spotify, Deezer, dll. Tapi tentu saja belum banyak memberikan dampak positif, tidak semua masyarakat kita terbiasa melakukan online shopping khususnya membeli musik.



Artis tidak butuh sekedar kata Support !, mereka bukan butuh dukungan, mereka butuh dihargai; Bisa dihargai dengan beli karyanya baik fisik atau digital, sengan cara dengar lagunya, tonton videonya di Youtube, datang dan liat live perform-nya, atau dengan bentuk apresiasi paling sederhana dengan share karya yang kalian sukai agar semakin banyak yang mendengar karya tersebut secara legal.


Sumber : Respectzine

Minggu, 30 Desember 2018

TERIMAKASIH

Berdiam diri sejenak
Ucapkan terimakasih untuk dirimu
Terimakasih untuk raga yang tetap bertahan
Terimakasih untuk asa yang tak kehilangan harap
Untuk semua hal baik dan pelajaran hidup yang sudah dilewati
Kau melakukannya dengan baik
Sampai jumpa diawal baru untuk sesuatu yang jauh lebih hebat
Terimakasih.


JW

Senin, 12 November 2018

PILIH ORANG TERDEKATMU


Lingkunganmu akan membentuk pola pikirmu,
Lingkunganmu akan membentuk dirimu,
Itu kenapa kau harus berada di lingkungan yang gak hanya "baik" tapi juga "benar".
Kenal dan bertemanlah dengan sebanyak mungkin orang, tapi pilihlah orang - orang yang akan menjadi teman baikmu. Karna itu akan menentukan seperti apa kelak dirimu.
Berada di sekeliling orang positif dan kreatif akan membuat engkau menjadi positif dan kreatif, berada disekeliling orang yang suka mengeluh dan nyinyir akan membuat engkau menjadi seperti mereka.
Berada disekeliling orang - orang yang terbiasa menyepelehkan dan melakukan sesuatu "seadanya" akan membentuk engkau menjadi orang yang juga "SEADANYA".
Kelilingi dirimu dengan orang yang sevisi denganmu, dengan mereka yang optimis tentang hal - hal yang perlu untuk diperjuangkan, dengan mereka yang gak betah berada di zona nyamannya.
Karna percayalah, selain kebiasaan yang kau bangun, kau akan terbentuk dari apa yang ada disekelilingmu.

Joe wuhang

Rabu, 25 April 2018

UNTUKMU YANG SEDANG BERJUANG

Untukmu yang sedang berjuang, jangan menyerah

Untukmu yang sedang berjuang, tegakan kepalamu

Untukmu yang sedang berjuang, kembangkan senyummu

Untukmu yang sedang berjuang, kau tidak pernah sendirian

Untukmu yang sedang berjuang, harapan baik masih ada

Untukmu yang sedang berjuang, doa masih bekerja dengan baik untuk memberikan kejutan - kejutan untukmu

Untukmu yang sedang berjuang, tetaplah BERJUANG karna ada begitu banyak yang setia menyayangimu.






Jkt, 24 april 2018 - 6.55pm

Rabu, 11 April 2018

DALAM DIAMKU

Ditempat ini, dalam diamku aku suka menatapmu berlama - lama.

Ditempat ini, dalam diamku aku suka mendengarmu bertutur dengan semua cerita yang kau utarakan.

Ditempat ini, dalam diamku aku suka melihatmu tersenyum lepas dengan tawa yang membuat hatiku tenang.

Ditempat ini, dalam diamku aku suka melihatmu menjadi dirimu yang bahagia.

Ditempat ini, dalam diamku aku merindukanmu.




Senin, 02 April 2018

TENTANG SEBUAH HARAPAN

Di bawah langit yang sama

Dengan harapan yang sama

Dengan cara dan waktu-Nya

Semoga kau dan aku kelak menjadi "kita".