Minggu, 05 Februari 2023

Gak semua

Gak semua hal orientasinya harus UANG.

“Dalam beberapa hal, kadang ada kesempatan yang perlu kamu ambil karna tau skillmu bisa tumbuh disitu..”

Bahkan seringnya mungkin gak ada uangnya, atau malah kamu yang harus ngeluarin uang. 

Tapi kamu tau dengan kesempatan itu kamu bisa dapetin pengalaman dan pelajaran yang bisa upgrade kualitas skillmu untuk nantinya pantas dibayar mahal suatu hari nanti. 


Saya ngomong gini karna dulu pernah hampir 3 tahun gabung dalam sebuah management musik dengan jadwal tour yang besar karna disponsori perusahaan rokok dan berpatner dengan KFC. 

Saat itu ada banyak pengalaman dan pelajaran keren karna bisa tour dan sepanggung dengan musisi besar kayak Slank, Raisa, Dira Sugandi, dll.

Secara management dan produksinya saat itu kami juga tumbuh sangat pesat karna juga berpartner dengan management YWMF ( Yovie Widianto )


Harusnya ada uangnya dong ? GAK ADA :)

Ini mungkin karna saya gak pernah nanya juga ke managernya karna sejak join disitu ( pake audisi ) saya gak fokus harus dapet benefit dalam bentuk uang, karna tujuannya adalah mau belajar.

Tapi buat saya ada bayaran mahal dalam bentuk pengalaman dan pelajaran yang ngebentuk pola pikir saya sampai saat ini.


Dalam kurun waktu sekian tahun saya belajar mempertajam skill untuk nulis lagu lewat leaders bandnya saat itu, saya belajar manage tim kalo mau tour, detail tentang kontrak kerjasama dengan brand, riders musisi, belajar konsep pertunjukan mulai dari layout, stage act artis, blocking panggung, lighting dll. 


Akhirnya ada banyak hal berharga yang saya dapet saat itu, yang mungkin gak bisa kejadian kalo motivasi awal saya salah, mungkin 2-3 bulan join disitu langsung cabut karna kok gak menguntungkan “dalam hal duitnya”.



Poin dari tulisan ini mungkin kedengeran KLISE, tapi semoga bisa jadi pengingat bahwa, kadang ada bayaran yang lebih sepadan dari sekedar “uang”. Kasih ruang untuk kesempatan itu.


Jumat, 04 Maret 2022

Lana

Malam selalu menjadi waktu paling brutal untuk rindu yang terus menghampiri. 

Saat yang harusnya hening tapi menjadi bising oleh banyak pertanyaan tentang dirimu. 

Aku selalu ingin mencoba mencari tau apa yang kau lakukan, bertanya bagaimana kabarmu ditengah semua kesibukan hari.

Ada rasa ingin menyapa lewat pesan singkat, menulis kata demi kata yang akhirnya kembali harus terhapus oleh keraguan. 


Aku yang cukup tangguh dalam banyak hal, selalu kalah jika berurusan dengan dirimu. 


Senin, 07 Juni 2021

ISI KEPALA #DRAFT 5 "Berubah itu susah"

Berubah itu gak gampang, gak mudah.

Kebanyakan perubahan menempatkan kita diposisi yang gak nyaman, kita harus ekstra berjuang untuk perubahan - perubahan baik yang pengen kita tuju. 

Perubahan yang baik selalu gak nyaman karna memang sebelumnya kita gak pernah di situ. orang yang pengen mulai hidup sehat akan cukup stress ketika berurusan dengan aturan "gak boleh nyemil sembarangan, control makanan atau minuman yang manis, makan berat maksimal di jam 7, dll". Buat mereka yang sudah memulai lebih dulu pasti sudah terbiasa dengan itu, tapi untuk mereka yang baru akan ke situ pasti susah banget karna emang perubahan yang baik selalu butuh effort yang lebih.

Kebanyakan perubahan terjadi justru ketika kita "terpaksa" harus berubah, tapi ada juga orang yang mau berubah karna emang sudah menemukan alasan besar untuk itu. 


Sabtu, 29 Mei 2021

ISI KEPALA #DRAFT 4 "Kalo idolain seseorang, tiru gimana pemikirannya, bukan apa yang dia pake"

Aku adalah orang yang dengan mudah bisa menyebut secara spesifik siapa nama orang yang aku idolakan dan kenapa aku mengidolakan mereka. Aku punya jawaban yang cukup jelas tentang hal itu.

Jadi, dari dulu aku belajar ketika aku mengidolakan seseorang, maka yang perlu aku tiru adalah bagaimana cara dia berpikir bukan apa yang dia pakai. Tentunya kata "pakai" disini hanya mencakup sebagian kecil dari apa yang bisa atau biasanya ditiru orang - orang dalam konteks yang kelihatan.

Ini nyambung dengan konten ISI KEPALA #DRAFT3 dimana aku bilang lebih sering nonton behind the scene dibanding konten - konten utama. karna aku lebih seneng nonton btsnya jadi aku pasti cari konten yang berhubungan dengan orang - orang hebat tersebut. misalnya 2 tahun belakangan seneng dengerin semua konten tentang Pak Wisnutama, GaryVee, Alamanda Shantika, Pandji Pragiwaksono ( OO44 Weekly Vlog ) dan banyak lagi orang - orang yang menurutku menginspirasi untuk apa yang spesifik aku bangun.

Dan dari semua konten atau hal tersebut aku belajar bahwa yang paling penting untuk kita tiru dari orang yang kita idolakan adalah pemikirannya, cara gimana dia berpikir dan bagaimana dia bisa membuat peluang dari apa yang orang lain liat itu biasa.

Menurutku pada akhirnya kita harus tau dengan jelas siapa yang kita idolakan dan pemikiran seperti apa dari dia yang bikin kita jadi mengidolakan dia. 


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW

ISI KEPALA #DRAFT 3 "Lebih suka proses pembuatan kontennya dari pada hasil akhir kontennya"

Aku secara pribadi cenderung lebih suka dan menikmati proses dari pembuatan konten dari pada hasil akhir kontennya sendiri. Agak aneh kedengarannya tapi emang gitu. Maksudku, aku lebih menikmati proses ketika membuatnya, proses ketika brainstorming ide, workshop dan semua tentang pra - produksi. 

Kalo temen - temen liat di bagian search youtubeku, akan ada banyak judul behind the scene yang aku liat atau muncul di search enginenya. 

Aku benar - benar lebih tertarik dengan proses dibalik layarnya. ketika nonton hasil akhir dari musik video yang keren, aku selalu cari konten BTSnya. nonton ASIAN GAMES aku selalu cari proses BTS dan konten wawancara dengan orang - orang dibalik layarnya.  Aku juga seneng baca credit title dari sebuah produksi ( lagu, musik video, film, pertunjukan concert, dll ), aku seneng cari tau siapa orang - orang keren dibalik apa yang aku tonton. Buatku, selain para penampil utama, mereka dibalik layar juga punya porsi keren yang sama.

Menurutku penting untuk kita bisa mengapresiasi dan menikmati sebuah proses biar kita tau menghargai hasil akhir dari apapun yang kita kerjakan. Intinya itu aja sih. wkwk


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW



ISI KEPALA - #DRAFT 2 "Nanem biji tomat berharapnya panen durian"

"Jangan nanem biji tomat terus kamu berharap panennya buah durian"

Sebuah analogi yang dari dulu sering aku pake ketika menjelaskan tentang bagaimana sebuah persiapan menentukan hasil akhir dari apa yang kita lakukan.

Karna dari kecil aku udah belajar musik, aku cukup sering ketemu dengan banyak pemusik hebat, para penyanyi hebat, pencipta lagu hebat. dan dari banyak hal yang aku pelajari tentang mereka, point utama  dari semua pertunjukan hebat mereka selalu lahir dari persiapan yang juga hebat. 

Karya yang bisa jadi legenda lahir dari proses yang juga hebat. Semua yang hebat gak lahir dari proses gampangan. 

Jadi, kamu gak bisa punya kualitas yang bagus kalo persiapanmu/latihanmu sendiri gak bagus. 

Kamu pengen perform yang terbaik tapi kamu gak pernah latihan ya gak akan bisa kesampean. 

Kalo kamu pengen apapun yang kamu kerjain hasilnya maksimal, ya persiapannya pun harus ekstra maksimal.


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW

ISI KEPALA - #DRAFT 1 "Karya adalah imajinasi dari isi kepala"

Pada akhirnya, hasil dari produk kreatif ( apapun bentuknya ) ditentukan dari TASTE creatornya. 

Buat mereka dengan taste yang baik, alat bukan penentu utama produk kreatifnya bisa jadi bagus ( tentu akan lebih maksimal kalo alat yang dipakai proper, tapi gak melulu tentang alat yang jadi alasan utamanya ). 

Taste bagus gak terbentuk dari proses instan. Semua yang lahir dari isi kepala butuh waktu untuk jadi benar - benar tajam. 

Prinsipnya gini, "Your inpute determines your outpute" yang kamu dengar akan menentukan apa yang akan keluar nantinya. Taste yang bagus lahir dari apa yang sering kamu masukan dikepalamu, apa yang sering kamu liat secara visual, dan apa yang sering kamu baca.

Trus gimana untuk punya taste yang bagus ? ya inpute sebanyak mungkin hal bagus kedalam pikiranmu, tonton acara - acara berkualitas, baca buku - buku berkualitas, dengerin poadcast mereka yang relevant dengan minatmu, cari tau pola pikir orang - orang hebat diluar sana. jaman sekarang kita bisa mudah untuk mempelajari orang - orang sesederhana dari nonton youtube aja. semua hal baik dan berkualitas yang kamu masukan gak hanya membentuk taste yang baik dalam hal - hal creative, tapi juga akan membentuk caramu berpikir dengan baik, membentuk dirimu untuk menemukan tujuan sesungguhnya kenapa kamu harus melakukan apa yang kamu lakukan sekarang.


#ISI KEPALA adalah tulisan yang aku buat berdasarkan pemikiranku sendiri, tulisan yang murni berangkat dari hal pribadi yang aku rasain, tulisan yang lahir dari banyak pertanyaan atau argumen yang muncul dikepalaku. Tentunya gak selalu benar, tapi seharusnya gak salah - salah banget. Selamat membaca. 


JW